
Kegiatan konferensi ini yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin (IAIRM) Ngabar Ponorogo yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, melalui Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, bertempat di Tarbiyah Excellent JARM Ngabar Ponorogo, dan dilaksanakan secara virtual pada Kamis, 6 November 2025.
Konferensi ini menjadi wadah strategis dalam mengembangkan diskursus akademik yang menekankan peran pendidikan dalam membangun kesadaran ekologis dan keberlanjutan berbasis nilai-nilai Islam.
Tema “Science and Islamic Worldview in Education” bermakna pengintegrasian ilmu pengetahuan (sains) dengan pandangan hidup Islam dalam proses pendidikan. Artinya, pembelajaran sains tidak hanya berfokus pada aspek ilmiah dan teknis, tetapi juga dikaitkan dengan nilai-nilai Islam seperti tauhid, etika, tanggung jawab moral, dan kesadaran sebagai khalifah di bumi.
Frasa “Pathways to Sustainability” menekankan peran pendidikan sebagai jalan atau strategi dalam mewujudkan keberlanjutan kehidupan. Pendidikan diharapkan mampu membentuk generasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan, penggunaan sumber daya alam secara bijak, serta pembangunan yang berkelanjutan untuk masa depan.
Dan “Climate Responsibility” merujuk pada tanggung jawab manusia dalam menghadapi dan mengatasi perubahan iklim. Dalam konteks pendidikan Islam, tanggung jawab ini dipahami sebagai amanah dari Allah SWT untuk menjaga bumi, mengurangi kerusakan lingkungan, dan berperan aktif dalam solusi terhadap krisis iklim melalui ilmu pengetahuan dan tindakan nyata.
Jadi keseluruhan tema konferensi ini bermaksud menegaskan bahwa pendidikan berbasis integrasi sains dan nilai-nilai Islam memiliki peran penting dalam membangun kesadaran keberlanjutan dan tanggung jawab terhadap perubahan iklim, serta dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan peduli terhadap masa depan bumi.
