IAIRM Ngabar Gelar Upacara Pemberangkatan Mahasiswa KKN Bersama Pimpinan Pondok Pesantren Walisongo

Ngabar — Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin (IAIRM) Ngabar secara resmi menggelar upacara pemberangkatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Sabtu, 2 Maret 2024. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh makna dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan institut serta pimpinan Pondok Pesantren Walisongo Ngabar, sebagai simbol sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam pengabdian kepada masyarakat.

Upacara pemberangkatan dilaksanakan sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan KKN yang merupakan bagian integral dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Dalam sambutannya, Wakil Rektor I IAIRM Ngabar, Drs. Alwi Mudhofar, M.Pd.I, menyampaikan pesan motivasi kepada seluruh mahasiswa peserta KKN agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga nama baik almamater, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Ia menekankan bahwa KKN bukan sekadar program akademik, melainkan sarana pembelajaran sosial yang menuntut kepekaan, kedewasaan, dan kemampuan beradaptasi dengan kondisi masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, serta tradisi pesantren dalam bentuk pengabdian yang nyata dan berkelanjutan.

Sementara itu, doa pemberangkatan dipimpin oleh Wakil Rektor II IAIRM Ngabar, H. Darul Ma’arif, M.SI, yang memohonkan keselamatan, kelancaran, dan keberkahan bagi seluruh peserta KKN selama menjalankan tugas di lokasi pengabdian. Doa tersebut menjadi penguat spiritual sekaligus pengingat bahwa setiap langkah pengabdian harus dilandasi niat yang tulus dan nilai ibadah.

KKN IAIRM Ngabar tahun ini dilaksanakan di Desa Carangrejo, Kecamatan Sampung, dengan pembagian lokasi pada beberapa dusun, di antaranya Dusun Tamansari dan Dusun Plebo. Setiap kelompok mahasiswa akan menghadapi karakteristik sosial dan potensi desa yang berbeda, sehingga menuntut kreativitas, kerja sama tim, serta kemampuan komunikasi yang baik dengan masyarakat setempat.

Kehadiran pimpinan Pondok Pesantren Walisongo Ngabar dalam upacara pemberangkatan ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara dunia akademik dan pesantren. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat karakter keilmuan, spiritualitas, dan kepedulian sosial mahasiswa sebagai calon intelektual muslim yang berperan aktif dalam pembangunan masyarakat.

Upacara pemberangkatan ini menjadi momentum awal bagi mahasiswa KKN IAIRM Ngabar untuk menapaki jalan pengabdian, mengasah kepekaan sosial, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat. Diharapkan, kegiatan KKN ini tidak hanya memberikan manfaat bagi desa sasaran, tetapi juga menjadi pengalaman berharga dalam membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas, berilmu, dan berakhlakul karimah.