
Ponorogo — Prestasi akademik kembali ditorehkan oleh civitas akademika Institut Agama Islam Riyadlotul Mujahidin (IAIRM) Ngabar Ponorogo. Salah satu dosen IAIRM Ngabar, Lutfiana Dwi Mayasari, M.H., M.Si., dinyatakan lolos seleksi dan terpilih sebagai pemakalah dalam kegiatan Simposium Khazanah Pemikiran Santri dan Kajian Pesantren (MU’TAMAD) 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Simposium internasional yang juga dikenal dengan nama Al-Multaqo ad-Dawliy lil-Bahts ‘an Afkar at-Thullab wa-Dirasat Pesantren (MU’TAMAD) ini merupakan forum akademik bergengsi yang menghimpun para akademisi, peneliti, dan pemerhati pesantren dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Oktober 2021 dalam rangkaian agenda Road to Hari Santri 2021.
Dalam forum ilmiah tersebut, Lutfiana Dwi Mayasari akan mempresentasikan gagasan akademiknya dengan tema “Pesantren dan Dakwah Islam Rahmatan lil ‘Alamin.” Tema ini menyoroti peran strategis pesantren sebagai pusat dakwah Islam yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada nilai-nilai rahmat bagi seluruh alam, khususnya dalam konteks masyarakat multikultural dan tantangan global kontemporer.
Pelaksanaan Simposium MU’TAMAD 2021 dilakukan secara blended, yakni memadukan format daring dan luring, dengan lokasi utama kegiatan bertempat di Indonesian Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong. Model pelaksanaan ini memungkinkan partisipasi luas sekaligus tetap menjaga kualitas diskusi akademik secara langsung.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen dosen IAIRM Ngabar dalam mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek penelitian dan publikasi ilmiah. Partisipasi dalam forum nasional dan internasional seperti MU’TAMAD juga memperkuat kontribusi keilmuan IAIRM Ngabar dalam kajian pesantren dan pemikiran Islam moderat di tingkat nasional.
Pimpinan dan seluruh civitas akademika IAIRM Ngabar menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi dosen-dosen lainnya untuk terus aktif dalam kegiatan riset, penulisan ilmiah, serta forum akademik bereputasi demi penguatan peran perguruan tinggi Islam dalam pengembangan keilmuan dan dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin.
