Dosen Dakwah IAIRM Ngabar Presentasikan Etika Islam dalam Pemanfaatan AI pada AVES 2025

Ponorogo, 6 November 2025 — Partisipasi dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dalam forum ilmiah internasional kembali menunjukkan peran strategisnya dalam merespons isu-isu pendidikan kontemporer. Siti Khusnul Faizah, M.Pd, dosen Fakultas Dakwah IAIRM Ngabar Ponorogo, menjadi salah satu pemakalah dalam 5th Annual Virtual Conference of Education and Science (AVES) 2025 yang diselenggarakan oleh Jurusan Tadris IPA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.

Dalam konferensi internasional tahunan tersebut, Siti Khusnul Faizah mempresentasikan artikel berjudul “Islamic Ethical Perspective on the Use of Artificial Intelligence (AI) in Education.” Artikel ini mengkaji pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan dari sudut pandang etika Islam, khususnya dalam menjaga nilai kemanusiaan, keadilan, tanggung jawab moral, serta integritas akademik di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Melalui kajiannya, ia menegaskan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kerangka nilai-nilai Islam seperti amanah, mas’uliyyah (tanggung jawab), kejujuran, dan kemaslahatan. AI dipandang sebagai alat bantu yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, namun tetap memerlukan pengawasan etis agar tidak menimbulkan degradasi nilai, ketergantungan berlebihan, maupun penyimpangan akademik.

Partisipasi Siti Khusnul Faizah dalam AVES 2025 sejalan dengan tema konferensi, “Science and Islamic Worldview in Education: Pathways to Sustainability and Climate Responsibility,” yang menekankan pentingnya integrasi sains, nilai-nilai Islam, dan teknologi dalam membangun pendidikan yang berkelanjutan dan beretika.

Artikel yang dipresentasikan tersebut direncanakan untuk diterbitkan dalam prosiding (proceeding) AVES 2025, sehingga dapat diakses oleh komunitas akademik yang lebih luas dan memberikan kontribusi pemikiran dalam diskursus global mengenai etika AI dan pendidikan Islam.

Keikutsertaan dosen Fakultas Dakwah IAIRM Ngabar Ponorogo dalam forum ilmiah internasional ini menjadi bukti komitmen institusi dalam mengembangkan budaya riset dan publikasi ilmiah, sekaligus memperkuat peran dakwah akademik Islam dalam menjawab tantangan zaman berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman.